Sugeng Rawuh

Tansah eling mring pepadan

Pembangunan Lokal Baru Sekolah "Soerjo Alam"

Written By Poenk Poerwa on Senin, 22 September 2014 | 07.54



Dalam rangka ikut mensukseskan kurikulum 2013, Yayasan Soerjo Alam Ngajum di bawah kendali langsung Sinuwun Bendoro Guspandrio Setiawan ( Gus Sopan ) yang membawahi SMP-SMA Soerjo Alam Sembon Ngajum, berupaya untuk memenuhi kebutuhan ruang belajarnya. Selama ini sekolah SMP dan SMA secara bergantian masuk pagi dan siang. Seiring dengan pelaksanaan kurikulum 2013 yang mewajibkan seluruh sekolah untuk melaksanakan pembelajaran mulai pagi hari, Yayasan Soerjo Alam berupaya untuk membangun ruang belajar tambahan baik untuk SMP maupun SMA. Peletakan batu pertama dan pembangunannya sudah dimulai saat Padepokan Soerjo Alam melaksanakan kemah bakti pramuka yang dilaksanakan rutin setiap tahun dalam rangka memperingati hari jadi pramuka tanggal 14 Agustus sd 29 Agustus 2014 lalu.

Perkemahan pramuka yang diikuti oleh segenap pengikut - murid Padepokan Soerjo Alam Ngajum, merupakan perkemahan yang mengaplikasikan kegiatan hidup bermasyarakat sekaligus ngangsu kaweruh bersama di bawah bimbingan Pak Puh (Gus Sopan). Dan pada tahun ini, kegiatan nyata bermasyarakat adalah bergotong royong membangun ruang belajar SMP/SMA Soerjo Alam. Meskipun pada awalnya dana pembangunan ini akan dipergunakan untuk merenovasi kamar mandi Masjid Baitul Alam yang berada di samping sekolah, karena pembangunan penambahan lokal ini sangat mendesak, akhirnya dana di alihkan untuk membuat pondasi bangunan yang baru. Adapun lokasi bangunan ini terletak di sebelah timur bangunan sekolah yang berbentuk perahu itu. 

Sampai saat ini yang sudah terbangun adalah pondasi / soko bangunan dengan setting bangunan tingkat tiga, yang schedule pembangunannya ditarget selama tiga bulan. Dengan satu niat yang luhur, sesepuh Padepokan Soerjo Alam mengajak pengikut atau simpatisan serta masyarakat umum untuk saeka praya bergotong royong baik berupa tenaga, pikiran maupun pendanaan demi terselesaikannya bangunan yang direncanakan. Untuk itu pula Bendoro Sopandrio Setiawan mendoakan kepada pengikut, murid, simpatisan serta masyarakat yang peduli dengan padepokan Soerjo Alam semoga diberikan tambahan rizki yang barokah sehingga ada kelebihan dana yang bisa di sodaqohkan/disumbangkan kepada Yayasan Soerjo Alam Ngajum yang akan digunakan untuk menyelesaikan bangunan.

Bagi simpatisan, donatur yang ingin menyumbangkan bahan baku material bisa langsung dikirim ke SMP-SMA Soerjo Alam di Padepokan Soerjo Alam di Sembon-Ngajum. 

Adapun bagi donatur yang ingin menyumbangkan berupa dana pembangunan bisa dikirim lewat tranfer bank ke nomer rekening berikut :
1. Bank Mandiri No Rekening 1440009773448 an Sopandrio Setiawan.
2. Bank BRI  No Rekening 639601003833536 an. Laily Budairiyah

Bagi para donatur dari Padepokan Soerjo Alam menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga bantuan bapak/Ibu dicatat sebagai satu amalah yang sholeh. Amien Ya Robbal 'alamien. 
Dan bagi para donatur yang telah mentranfer dana, jika berkenan alangkah baik dan mulianya  jika memberikan konfirmasi kepada Gus Sopan langsung di nomor HP. 081335797118. Namun jika tidak berkenan jangan menjadikan masalah.

Jika para pembaca merasa terganggu dengan tulisan ini, janganlah dimasukkan hati. Anggap saja tulisan ini tidak ada. Ngapunten- Matur nuwun.


07.54 | 0 komentar | Read More

Meningkatkan Keyakinan Kepada Allah

Written By Poenk Poerwa on Sabtu, 23 Agustus 2014 | 10.07

Pembaca yang budiman, secara terus terang kontributor adalah orang yang dangkal pengetahuan tentang ilmu agama apalagi tentang isi dari kitab Al-Qr'an. Bisanya hanya membaca dan itupun tidak lancar. Dan ketika saya sowan dan njagong dengan Gus bersama dengan peserta perkemahan di Padepokan Soerjoalam. Selanjutnya beliau bercerita banyak tentang apa itu Al-Quran dan bagaimana menggunakan kitab tersebut. Hingga akhirnya saya diberikan PR untuk mencari beberapa ayat ini yang menurut beliau untuk menambah keyakinan. Dan sayapun menyanggupi untuk mencari terjemahannya karena di rumah ada terjemahan Al-Quran sekaligus saya berupaya untuk memahami isinya.  Dan berikut adalah suart dan ayat-ayat yang dimaksud yang hanya tulis terjemahannya.  Monggo disimak dan silahkan komentar apa maksud dari semua ayat yang saya ketik sesuai aslinya ini. Semoga kita digolongkan ke dalam orang-orang yang bertaqwa. Amien.
 
1. Baca sendirilah buku itu! Sekarang cukuplah kamu bertanggung jawab atas nasib dirimu sendiri ( Al. Isra ayat 14)

2. Wahai Tuhan kami! Kami telah beriman kepada Injil yang telah Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rosul Isa. Karena itu masukkan kami bersama-sama orang-orang yang mengakui kerosulannya. ( Al-Imran ayat 53)
Lalu mereka kaum Yahudi mengadakan tipu muslihat. Allahpun membalas tipu muslihat mereka. Dan Allah yang paling ampuh tipu muslihat-Nya ( Al-Imran ayat 54)

3.Dan ingat pulalah, ketika Tuhanmu hendak mengembang biakkan keturunan Adam dari tulang sulbi mereka. Lalu dimintaNya pengakuan mereka atas jiwanya masing-masing:” Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab:” Benar kami mengakui Engkau Tuhan kami”. Hal ini Kami lakukan agar nanti di hari kiamat, jangan kalian mengatakan:”Kami dahulu lupa tentang perjanjian ini.”.  Al-A’raaf ayat 172)

4. Masukkan tanganmu ke belahan leher bajumu nanti keluarnya putih bersinar namun tiada cacat. Yang kedua, lekapkanlah tangan kananmu, ke dadamu, maka akan lenyaplah rasa takutmu. Yang demikian itu adalah dua mukjizat pengukuh kenabian dari Tuhanmu, guna menghadapi Fir’aun dan kaumnya. Bahwasanya mereka adalah orang-orang pasik”. (Al-Qashash ayat 32)

5. Dan kepitkanlah tanganmu ke bawah ketiakmu, nanti dia akan keluar putih cemerlang. Namun tidak cacat. Ini satu mukjizat yang lain pula ( Thaha ayat 22)

6. Masukkanlah tanganmu ke dalam bajumu, niscaya dia akan menjadi putih bersinar bukan karena cacat. Kedua mukjizat ini termasuk sembilan buah mukjizat yang akan dikemukakan kepada Fir’aun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka kaum yang fasik ( Al-Naml ayat 12)
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui  apa yang telah dibisikkan oleh hatinya. Dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat nadi.
Ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya: yang seorang berada disebelah kan dan yang lain di sebelah kiri.
Apa saja yang diucapkannya selalu diawasi oleh malaikat yang senantiasa hadir di dekatnya.
Lalu datanglah sengsara kematian dengan sebenarnya. Itulah yang selalu kamu hindari.
Dan ditiuplah sangkakala. Itulah “ Hari yang diancamkan.”
Dan datanglah tiap-tiap diri dengan di sampingnya ada seorang malaikat pengiring dan malaikat penyaksi.
Sesungguhnya engkau lalai tentang hal ini. Lalu Kami singkapkan tabir yang menutupi matamu maka pandanganmu jadi lepas lelas ( Qaaf ayat 16-22)

7. Hai manusia, bertaqwalah kepada Tuhan mu sesungguhnya goncangan-goncangan yang terjadi pada hari kiamat adalah malapetaka yang mat dashsyat.
Bayangkanlah pada hari ketika kamu melihat malapetaka itu. Lupalah semua yang menyusukan dari anak yang disusukannya dan semua yang mempunyai kandungan, menggugurkan kandungannya sebelum masanya, serta kamu lihat pula manusia seperti mabuk, padahal mereka bukan mabuk, namun karena siksaan Allah juga yang benar-benar sangat hebat ( Al-Haji ayat 1-2)
Di antara manusia ada yang membantah sifat-sifat dan perbuatan Allah tanpa ilmu pengetahuan dan membabi buta mengikuti setiap setan durjana.
Yaitu setan yang telah ditetapkan atasnya menurut takdir; siapa yang mengikutinya maka dia akan menyesatkan orang itu dan mengendalikannya ke dalam jurang siksa neraka (ayat 3-4)
Hai manusia, jika kamu masih sangsi tentang datangnya hari berbangkit, maka renungkanlah urutan kejadianmu : Mulanya kami menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setets mani, lalu dari segumpal darah, dan seterusnya dari sebingkah daging ada yang genap bulannya dan ada pula tang tidak; justru Kami hendak jelaskan kebijaksanaan Kami kepadamu. Selanjutnya Kami dudukkan janin-janin itu dalam rahim  menurut kehendak Kami selama umur kandungan. Kemudian Kami keluarkan kamu dari rahim ibumu sebagai bayi. Lalu Kami pelihara hingga berangsur-angsur tubuhmu jadi tegap dan dewasa. Di antaramu ada yang diwafatkan dan ada pula yang diberi umur panjang sampai pikun sehingga tidak mengetahui lagi apa-apa yang dahulu pernah diketahuinya. Selanjutnya kamu lihat bumi ini gersang, namun bila Kami turunkan hujan di atasnya ia jadi subur dan mekar, lalu menumbuhkan pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang serba indah. ( Al Hajji ayat 5)

8.Sesungguhnya beruntunglah mereka yang beriman. Mereka yang khusuk dalam shalatnya.Mereka yang menghindari omongan kosong. Mereka yang mengeluarkan zakat. Mereka yang memelihara anggota kemaluannya.  ( Al-Mu’minun ayat 1-5)

9. Demi langit dan bintang gemintang. Sampai dimana pengetahuan tentang bintang gemintang? Ialah bintang yang cahayanya menembus kegelapan malam. Sesungguhnya setiap orang ada penjaganya. Hendaklah manusia merenungkan dari benda apa ia diciptakan. Dia diciptakan dari air yang memancar. Keluar dari antara tulang pinggul dan tulang rusuk. Sesungguhnya Dia berkuasa menghidupkan kembali sesudah mati. Pada hari tersingkapnya segala rahasia. Dia tidak mampu mengelakkan diri dari takdir Tuhan, sedangkan di lain pihak tidak ada pula yang akan menolongnya. Demi angkasa yang mengandung hujan. Dan demi kulit bumi yang berlubang-lubang. Sesungguhnya Al-Quran ini benar-benar firman yang mutlak benar. Bukanlah dia senda gurau. Sesungguhnya mereka merencanakan tipu muslihat yang licin untuk menentangnya. Akupun membuat tipu muslihat pula. Oleh karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu seketika, supaya bertambah dosanya ( At-Thariq ayat 1-17)

Mangga silahkan berkomentar tentang ayat-ayat di atas. Yang jelas jika ingin mengetahui lebih dalam silahkan berhubungan langsung dengan Gus Sopan di Padepokan Soerjoalam. Anda pasti akan mendapat sesuatu yang mungkin selama ini belum Anda mengerti. 

NB:
Sebenarnya Saya sendiri juga tidak mengerti dengan apa yang tersirat di belakang saya harus mencari terjemahan ayat-ayat dari surat-surat tersebut. Namun alhamdulillah, setelah saya laksanakan dengan membuka buku terjemahan ini. Ternyata sesuatu yang selama ini saya cari bersama istri , saya temukan terselip di dalam terjemahan ini. Alhamdulillah. Matur nuwun Gus..! Mugya Gusti kang murbaing dumadi tansah paring kanugrahan, hidayah-inayah, saha dipun paringi karaharjan dumateng Panjenengan Sakulawarga. Amien.
10.07 | 1 komentar | Read More

Efriana : Dari Dusun Sembon Ngajum Akan Mendobrak Tradisi

Written By Poenk Poerwa on Jumat, 31 Januari 2014 | 06.50

Pilihan Anggota Legeslatif tinggal 3 bulan lagi. Saat ini calon legeslatif berlomba-lomba untuk menggalang masa. Berbagai carapun dilakukan. Ada yang membentuk tim sukses ataupun dengan mendatangi perkumpulan-perkumpulan warga baik skala besar maupun kecil.  Alasan mengikuti pilegpun beragam. Ada yang sekedar ikut-ikutan, mencari pekerjaan karena gajinya gede, mengisi kegiatan setelah purna tugas dari pegawai negeri maupun benar-benar ingin mengabdi untuk negeri. Tapi masih adakah alasan yang terakhir ini??? Jika kita amati bersama selama ini sangat timpang prosentasenya. 

Namun, penulis tertarik saat ketemu dan berbincang-bincang dengan sosok perempuan muda dari Dusun Sembon Ngajum yang juga ikut bertarung pada pileg April nanti. Nama lengkapnya Efriana panggilan Efi adalah putri dari pimpinan padepokan Soejoalam Sembon Ngajum yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Ngajum dan sekitarnya. Bahkan pejabat-pejabat penting dari kabupaten, propinsi maupun pusatpun banyak yang mengenalnya. Meskipun usianya belum terlalu tua Bendoro Sopandrio Setiawan Muhammad. Gus Sopan begitu panggilan akrabnya adalah orang yang dituakan di daerah ini. Sering kali beliau menemukan/melontarkan inspirasi maupun keinginan/kehendak dalam meluruskan hal-hal yang dianggapnya kurang bener. Tak jarang ide-ide beliau bertentangan dengan kondisi yang terjadi saat ini. Dan Tak jarang pula menimbulkan berbagai macam perdebatan baik dari kalangan yang mendukung maupun mencelanya. Namun beliau tidak hanya bisa melontarkan kata-kata, karena beliau juga mempunyai jawaban dan solusi dari apa yang disampaikan.
Nah, peran beliau pada pileg nanti adalah mendukung penuh pencalonan putrinya untuk menduduki kursi dewan. Namun beliau membuat konsensus dengan putrinya ( Efriana ) caleg dari Partai Gerindra No urut 3 Dapil 6 ini  agar nantinya penghasilan dari menjadi anggota dewan tidak masuk kantongnya. Namun dikembalikan demi kepentingan masyarakat. Bisa untuk pendidikan , pembangunan desa maupun kepentingan masyarakat lainnya. Efriana sendiri menyetujui konsensus tersebut dengan bulat hati. Yang katanya itu akan dilaksanakan selama 5 tahun menjabat sebagai anggota dewan.

Inipun disampaikan oleh Efriana pada saat diundang untuk menghadiri pertemuan-pertemuan warga yang mengundangnya. Menurut sumber yang dapat dipercaya, segala atribut kampanye berupa baliho maupun pamfletpun Efri mendapat sokongan dari pendukungnya. 
" Pokoknya saya ingin mendobrak tradisi bahwa sekarang ini semua dihitung dengan uang " atau lebih tepatnya " Moto duwiten "

"Saya juga akan turun saat reses dewan dengan mendatangi warga untuk menyerap aspirasi dari rakyat "  lanjutnya.

Pada setiap kesempatan, saat Gus Sopan mendampingi putrinya saat mendatangi pendukungnya selalu mengatakan " Kalau ada yang lebih baik dari Efriana ( Efi)  ya silahkan dipilih ". 

Bisakah Orang Dusun / Desa Mendobrak Tradisi yang ada ???  Kita tunggu tanggal mainnya.
     
06.50 | 9 komentar | Read More

Tulisan Tentang Keislaman

Written By Poenk Poerwa on Rabu, 14 November 2012 | 07.44

Di tengah meledaknya dunia teknologi yang sedemikan cepat, ditengah makin kritisnya masyarakat, masih relevan kah kita membicarakan agama ?. Bahkan sejarah membuktikan, kadang agama hanya menjadi sumber pemicu perang, atau menjadi kedok sebuah bentuk penipuan. Dan atas nama agama kadang kemungkaran dilakukan kepada sesama manusia. Ajaran dalam agama kah yang harus kita rubah ? ...ataukah konsep berpikir kita yang masih hijau untuk berlogika ala kenabian. Kitab Suci diam membisu ... bukan ..bukan Kitab Suci yang harus menjawab semua itu, namun kebijakan kitalah yang harus bisa menarik benang merah kebajikan dalam setiap agama. "Ambilah yang baik dan buanglah yang buruk", mungkin itu adalah kata bijak untuk memulai membaca tulisan di bawah.
Semoga anda berani membuka diri untuk sebuah perubahan dalam diri anda.

* Ma'rifatullah
Dalam tatanan Islam dikenal adanya tahapan dalam beragama, mula pertama adalah syari'at yang berarti mengenal hukum2 dalam Islam ... mengenal jalan dalam Islam. Kemudian tahap berikutnya adalah thariqat, yang berarti melaksanakan hukum2 yang sudah kita kenal dengan ketat, dengan disiplin yang tinggi. Kemudian tataran hakikat, mengenal hukum2 yang sudah dijalankan dengan melalui hakikatnya ... dan terakhir adalah ma'rifat ... mengenal Allah secara keseluruhan. Sekilas tahapan itu berpisah antara satu dengan lainnya, padahal sebenarnya tidak. Banyak pejalan yang sampai di tahapan hakikat lalu melepaskan syariatnya .... padahal seharusnya tidak. Sebenarnya ke empat tahapan itu saling menyelimuti, saling melingkari. Dalam Ma'rifat-pun ada syari'at ... dalam hakikat-pun ada syari'at .... dan demikian juga sebaliknya ... dalam syari'at ada thariqat, dalam syari'at ada hakikat ... pun .... kita pun bisa ma'rifatullah dengan jalan syari'at. .... Saling menyelimuti ... saling meliputi. Hakikatnya Ma'rifat ... Ma'rifatnya Hakikat.... atau carilah Syari'atnya Ma'rifat dan Ma'rifatnya Syari'at .....
Kalau anda sudah mengenal konsep di atas, maka mudahlah kita memahami Hadits Nabi : "Islam akan menjadi 73 golongan, dan hanya satu yang benar " ..... Siapakah yang benar itu ????? Yang benar adalah yang membenarkan 72 golongan yang lainnya. Yang benar bukanlah berdasar golongan ..... yang benar adalah mereka yang sudah mencapai ma'rifat secara nyata...... bisa dari golongan ini .... bisa pula dari golongan yang itu ...
Jadi kalau anda penganut suatu golongan, bukan berarti golongan anda yang paling benar ..... tapi carilah jalan dalam golongan mu itu hingga engkau mencapai ma'rifat ... dan jadilah golongan yang satu itu ..... Semoga anda peduli dengan DIRI anda ....

* Deviasi idea
Ketika anda merasakan sesuatu, misal ketika anda sedang mencecap nikmat kopi di pagi hari, anda merasakan sebuah sensasi. Kalau anda merasakannya beberapa kali maka sensasi itu akan tersimpan dengan rapi di memory ingatan anda. Dan suatu saat, ketika anda sedang berbicara dengan teman2 anda, dan anda berkenan menceritakan sensasi "mencecap nikmat kopi di pagi hari" .... sedang teman bicara anda saat itu belum pernah mengenal minuman kopi. Maka dengan berbagai cara anda verbal-kan untuk bisa menyampaikan sensasi "nikmat kopi". Maka anda lalu mengatakan rasa kopi itu manis ..... kemudian anda juga mengatakan rasa kopi itu pahit ....Dan teman anda, ketika anda mengatakannya manis, dia lalu terbayang madu, gula atau sesuatu yang manis ... dan ketika anda mengatakannya pahit, maka teman anda lalu terkilas sesuatu yang pahit .... seperti jamu, atau pil yang tergigit di mulut anda... Maka akan anda temukan bahwa merupakan sesuatu hal yang musykil (baca : tidak mungkin) apabila anda berusaha mem - verbal- kan sensasi yang anda capai.
Jadi, idea (pengetahuan) yang asal mulanya datang berupa berita tanpa apa dan bagaimana, yaitu ketika anda mencecap kopi (proses) .... dan pengetahuan itupun datang di sanubari anda. Kemudian ketika idea (pengetahuan) itu yang asalnya dari dunia asap (dunia tanpa apa dan bagaimana) anda coba verbal kan ..... menjadi bunyi-bunyi-an ( kata / kalimat ) yang keluar dari mulut anda ...... maka akan anda sadari bahwa mem-verbal-kan pengetahuan tersebut adalah sia-sia .... Sebuah perbuatan yang tidak akan mungkin mencapai tujuan.
Lebih jauh lagi ..... ketika bunyi-bunyian ( kata / kalimat ) yang keluar dari mulut anda harus di rubah menjadi bahasa tulisan ...... seperti misalkan anda ingin memberitakan lewat tulisan, maka pasti akan anda sadari bahwa itu juga merupakan pekerjaan yang sia sia.
Demikianlah, alam yang pertama ( sensasi minum kopi ) tidak bisa ditampung oleh alam yang kedua yaitu alam bunyi-bunyian. Alam rasa tidak bisa ditampung oleh alam bunyi-bunyian. Atau bahasa kita mengatakannya : "Perasaan tidak bisa di uraikan oleh kata-kata" ....atau "Perasaan tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata"....  Di sini terjadi deviasi penyampaian .....terjadi deviasi idea yang disampaikan ..... Dan lebih parah lagi, ketika kata-kata itu di coba disampaikan dengan tulisan .... Kalimat dari mulut seseorang yang tadinya berisi intonasi, tekanan, nada dan berbagai aksesories alam bahasa .... menjadi mati di atas kertas ......... Disini terjadi deviasi arti lagi ..... terjadi deviasi idea yang disampaikan.
O kawan ...... andai engkau mengerti akan hal ini, maka mudahlah memahami kalimat suci dalam Al quran, bahwa kata2 tidak dapat dipakai untuk melukiskan perasaan : "Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)" ( Al Kahfi : 109 )
Lalu ..... bagaimanakah cara termudah untuk mencapai pengetahuan awal atau idea awal tanpa kesalahan ?????? ....... lalu ...... bagaimanakah cara termudah untuk mengetahui rasa kopi tanpa kesalahan ????? ..... sangat mudah kawan ....... minumlah kopi itu sendiri !!!!!!!!
Apa yang disampaikan oleh para ustadz, para kyai .... ataupun para orang bijak .... tak lebih hanyalah gambaran gambaran ...... yang kalau tidak ditelaah secara sempurna maka hanya akan mengakibatkan deviasi idea. Dan yang harus anda lakukan untuk mengetahui ide yang disampaikan oleh para bijak pandai sangatlah sederhana.... minumlah kopinya sendiri ....

* Sorga dan neraka
Adalah 2 orang kakak beradik yang sedang berbincang-bincang mempersiapkan perjalanan mereka ke sebuah padepokan. Pergi mengaji. Sebagaimana adat di kampung mereka, bahwa bagi seseorang yang sudah aqil baliq harus pergi mencari pengetahuan tambahan sebagai tertuang dalam QS (24:59) "Dan apabila anak2mu telah sampai umur dewasa, maka hendaklah mereka meminta izin". Malam itu mereka berangkat berbekal kopi dan makanan ringan, berjalan bersama sama menembus kegelapan malam dan dinginnya udara. Namun menjelang pertengahan jalan, dirasakan oleh mereka datangnya hujan gerimis. Segera mereka mencari tempat berteduh di sebuah gardu jaga yang sering mereka lewati. Dengan diterangi lampu bohlam 5 watt di gardu jaga itu, mereka bergegas mengingsut naik setelah melepas sandal mereka.
Adik : "kakak, barangkali kakak berkenan menceritakan perihal neraka dan sorga. Sembari menunggu gerimis, bagaimana kita nanti di alam sana nanti ???"
Kakak : "adik, sorga dan neraka khan sudah banyak buku pengetahuan yang membahasnya, ada apa lagi yang merisaukan hatimu ?"
Adik : "hatiku begitu takutnya akan siksa neraka, sehingga ingin begitu mengetahuinya secara mendalam, sehingga kelak apabila harus meniti "shirat-al-mustaqim" tidak akan ragu terpeleset. Barangkali kakak bisa menjelaskan tentang sorga dan neraka tersebut "
Kakak : "Adik, sorga dan neraka itu memang ada dan nyata sekali adanya. Dan memang begitu hebatnya siksa di dalamnya, bahkan dalam al quran difirmankan di dalam neraka kepala mereka disiram air yang mendidih. Kalau kau masih ingat ayatnya (QS 22:19) "Ke atas kepala mereka disiramkan air yang mendidih "
Adik : "iya begitu ngerinya neraka itu. Tetapi dimanakah sorga dan neraka dan itu ? apakah mereka yang sudah meninggal sudah disana ?? ataukah kita semua menunggu kiamat besar dahulu baru neraka dan sorga diciptakan ??? begitu banyak pengetahuan yang datang namun berbelit belit ?? mohon maaf kalau terlalu mendetail, namun hati ini risau sekali"
Kakak : "Adik, cobalah perhatikan ayat2 berikut, pahami bahwa dalam kitab suci Al Quran, ayat2 tentang sorga neraka masih memiliki entitas entitas keduniawian. "Surga, yang mengalir sungai2 dibawahnya ..(QS)", tuh di surga ada sungainya, "Hai Adam, diamilah dan istrimu surga ini, makanlah .... (QS)", tuh di surga masih bertemu istri, dan bisa makan, serta ada pepohonan. Kemudian juga, perhatikan ayat ini, "kepala mereka disiram air yang mendidih ...(QS)", tuh di neraka mereka masih punya kepala .. peliharalah dirimu dari neraka, yang bahan bakarnya adalah batu dan manusia...(QS)", tuh di neraka masih ada manusia ....."
Adik : "Wah kakak ini malah bikin bingung kok. Jadi sorga dan neraka itu dimana ?"
Kakak : "Ayolah, sepertinya gerimis sudah selesai, buru kita pergi mengaji "
Tanpa peduli pada adiknya yang masih bengong, bergegas kakaknya menarik tangan adiknya untuk turun dari gardu jaga dan mengambil sandal mereka. Dan kembali mereka menembus kegelapan malam .. pergi mengaji.

* Salah satu Hadits populer yang di ambil dari link di bawah :
Saya sengaja mengambil link Hadits ke sebuah web yang menggunakan base bahasa Inggris, sengaja supaya kita bisa melihat sebuah Hadits dari sudut pandang orang lain. Artinya, kalau selama ini kita selalu mendapat info dari sumber yang berbasis bahasa Indonesia atau dari bahasa Arab, maka dengan melihat dari sudut pandang orang lain kita mencoba mengambil idea yang tersampaikan agar tidak terdeviasi.
Berikut Hadits nya :

Hadith 1:47

Narrated Abu Huraira:
One day while the Prophet was sitting in the company of some people, (The angel) Gabriel came and asked, "What is faith?" Allah's Apostle replied, 'Faith is to believe in Allah, His angels, (the) meeting with Him, His Apostles, and to believe in Resurrection." Then he further asked, "What is Islam?" Allah's Apostle replied, "To worship Allah Alone and none else, to offer prayers perfectly to pay the compulsory charity (Zakat) and to observe fasts during the month of Ramadan." Then he further asked, "What is Ihsan (perfection)?" Allah's Apostle replied, "To worship Allah as if you see Him, and if you cannot achieve this state of devotion then you must consider that He is looking at you." Then he further asked, "When will the Hour be established?" Allah's Apostle replied, "The answerer has no better knowledge than the questioner. But I will inform you about its portents.
1. When a slave (lady) gives birth to her master.
2. When the shepherds of black camels start boasting and competing with others in the construction of higher buildings. And the Hour is one of five things which nobody knows except Allah.
The Prophet then recited: "Verily, with Allah (Alone) is the knowledge of the Hour--." (31. 34) Then that man (Gabriel) left and the Prophet asked his companions to call him back, but they could not see him. Then the Prophet said, "That was Gabriel who came to teach the people their religion." Abu 'Abdullah said: He (the Prophet) considered all that as a part of faith.
Ulasan :
saya tidak akan membahas isi dari Hadits ini, namun kita akan fokus kepada sesuatu yang mungkin kita "miss" (terluput).  Dan pertanyaan di bawah saya serahkan kepada anda masing2 untuk menjawabnya.
Misal : 
a. "(the) meeting with Him .... " ...... pernah anda terpikir untuk "meeting with Him" ???
b. "if you cannot achieve this state of devotion .." ...... pernah anda terpikir untuk " you see Him " .... bukankah kalimat di depan "if you cannot ..." seperti menegaskan bahwa ada possibility untuk "you see Him" ????
saya harap anda bisa memperhatikan detailsnya dan mulai mengeja kata demi kata, dalam setiap sumber yang anda baca. Semoga Allah dengan Wajah JAMAL - NYA selalu memberkahi kita dan melindungi kita dari Wajah JALAL - NYA.
07.44 | 1 komentar | Read More

Pencerah Hati

Dunia semakin berkembang, berbagai teknologi berkembang pesat bagai pesawat ulang alik. Namun ada unen-unen bejo, lara pati milik hanya Yang Maha Kuasa. Tak bisa dipungkiri dalam kehidupan ini kadang kita merasa gundah dengan hal2 yang belum tercapai atau mengenai belum sampainya angan2 kita. Adakalanya harta melimpah namun kehadiran seorang anak belum kunjung datang. Atau perihal kesehatan, sementara para ilmuwan di bidang kedokteran melimpah, namun ada saja penyakit yang belum bisa sembuh. AIDS, kecanduan Narkoba, penyakit2 seperti kista, tumor, kanker atau pula penyakit yang kaum cendikia belum mengenalnya.

Adakalanya juga berkenaan dengan hal pasangan, atau masalah rumah tangga, rejeki atau problem pekerjaan. Ataupun keinginan anda mengerti tentang kejelasan suatu hal dalam masalah agama, keinginan untuk manembah jati. Atau keinginan untuk mengenal yang Ar-rahman dan Ar-rahim. Atau keingintahuan anda tentang suluk dalam thariqah Islam.

Jika Anda ingin ngangsu kaweruh, Anda bisa bertandang ke padepokan Soerjoalam Sembon Ngajum dan bertemu langsung dengan anak cucu Eyang Soerjo Alam. Anda bisa  bersilaturahmi ke Gus Sophan (anak cucu Eyang Soerjo Alam) sendiri, dan mengutarakan apa yang menjadi kegundahan hati anda. Dengan arif beliau akan memberikan nasehat2 ataupun menerangi pemikiran anda. Jangan sungkan2 untuk mengutarakan isi hati anda kepada beliau.

Bagi Anda yang tak terbiasa, Anda akan kaget dengan cara beliau menerima tamu serta bagaimana memberikan atau melakukan penyembuhan. Jika Anda sowan atau ada keperluan dengan beliau, Anda akan dipersilahkan ke dapur untuk mencicipi hidangan / makanan yang sudah disiapkan. Baru setelah itu jagongan (=Jawa). Pada saat jagingan ngalor ngidul itulah Anda akan ditanya, apa keperluan Anda? Setelah mendengar keluhan atau keingninan Anda biasanya Gus Shopan diam sebentar dan langsung menjawab pemecahannya. Memang , konsep penyembuhan / penanganan terhadap tamu yang hadir layaknya menunggu datangnya wangsit. Tanpa japa mantram, tanpa wirid, tanpa do'a dan tiada pula dengan ramuan. Bagi beliau cukuplah dengan Kalam. Jadi jangan heran kalau anda nanti pada saat berobat cukup dengan menyanyi, atau cukup dengan menggoyang-goyangkan tangan anda sendiri.
pendek kata ...... cukuplah dengan menyaksikan tanda-tanda dan Kalam-pun terlahir.
07.41 | 0 komentar | Read More

Serat Jaka Lodang

Written By Poenk Poerwa on Jumat, 31 Agustus 2012 | 07.55

Serat Jaka Lodang adalah syair/karangan dalam bahasa Jawa dari pujangga Rangga Warsita yang mengandung petuah akan adanya suatu zaman yang penuh dengan pancaroba.
Serat Jaka Lodang ini terdiri dari dua bagian: bagian pertama dalam bentuk gambuh dengan 3 bait/paragraf (masing-masing mengandung 5 baris) dan bagian kedua dalam bentuk sinom. ...
Pada bagian kedua yang juga terdiri dari 3 bait (masing-masing mengandung 9 baris), terdapat petuah sebagai berikut (beserta terjemahan bebas bahasa Indonesianya):
Sasedyane tanpa dadya
Sacipta-cipta tan polih
Kang reraton-raton rantas
Mrih luhur asor pinanggih
Bebendu gung nekani
Kongas ing kanistanipun
Wong agung nis gungira
Sudireng wirang jrih lalis
Ingkang cilik tan tolih ring cilikira
Suatu waktu seluruh kehendak tidak ada yang terwujud,
apa yang dicita-citakan akan berantakan, 
apa yang dirancang menjadi gagal,
yang ingin menang malah kalah,
karena datangnya hukuman yang berat dari Tuhan.
Yang tampak hanyalah perbuatan-perbuatan tercela,
orang besar akan kehilangan kebesarannya, 
lebih baik nama tercemar daripada bertanggung jawab (mati),
sedangkan yang kecil juga tidak mau tahu akan keterbatasannya.
Wong alim-alim pulasan
Njaba putih njero kuning
Ngulama mangsah maksiat
Madat madon minum main
Kaji-kaji ambataning
Dulban kethu putih mamprung
Wadon nir wadorina
Prabaweng salaka rukmi
Kabeh-kabeh mung marono tingalira
Banyak orang yang alim, tetapi hanyalah bersifat hiasan saja,
diluar tampak baik (putih) tetapi di dalamnya kuning,
banyak ulama berbuat maksiat,
mengisap ganja, berbuat selingkuh, minum minuman keras, berjudi.
Banyak haji melemparkan,
dan melepas ikat kepala hajinya,
para wanita kehilangan kewanitaannya,
karena pengaruh harta benda,
semuanya itu hanya kebendaan-lah yang menjadi tujuannya.
Para sudagar ingargya
Jroning zaman keneng sarik
Marmane saisiningrat
Sangsarane saya mencit
Nir sad estining urip
Iku ta sengkalanipun
Pantoging nandang sudra
Yen wus tobat tanpa mosik
Sru nalangsa narima ngandel ing suksma
Di antara para saudagar dan pedagang,
hanya harta bendalah yang dihormati pada zaman itu,
seluruh isi dunia penuh dengan penderitaan, 
kesengsaraan makin menjadi-jadi,
di tahun Jawa 1860 (Nir=0, Sad=6, Esthining=8, Urip=1) atau 1930 Masehi
yang akan menjadi tonggak sejarahnya.
Pada akhirnya penderitaan yang akan terjadi,
pada saat semua mulai bertobat dan menyerahkan diri,
kepada kekuasaan Tuhan dengan sepenuh hati.
07.55 | 0 komentar | Read More

Kajian Budaya Jawa- Eyang Jimat Soerjo Alam

1. Wayang Purwa
Pentas kesenian Wayang, baik itu berupa wayang kulit, wayang golek ataupun wayang orang, adalah merupakan salah satu buah karya para bijak pandai di bumi Indonesia. Yang mana saat itu wilayah ini masih menggunakan nama Bumi Nuswantara. Dan ketika Islam masuk setelah fase Budhaisme and Hinduisme berlalu, pagelaran wayang lebih menjadi media dakwah ketimbang menjadi ajang media olah rasa. Sedangkan pada fase modern ini regenerasi kesenian wayang menjadi sesuatu yang rasanya seolah tidak mungkin. Gempuran informasi dari dunia intelektual menjadikan ajang olah rasa menjadi kurang mendapat perhatian, terlebih pada kesenian wayang.
Ada nash dalam Al Quran yang mengatakan demikian : "...sesungguhnya kamu berada di Bukit Suci Thuwa, maka lepaskanlah kedua terompah mu... (QS)". Terompah adalah alas kaki ... sesuatu yang kita pakai untuk landasan berjalan di muka bumi ini. Penggunaannya lebih kepada agar kaki kita terhindar dari duri, batu tajam ataupun terpeleset ketika jalanan yang ditempuh licin. Ini adalah sebuah simbolik tentang AKAL dan PERASAAN. 2 entity yang kita pakai dalam mengarungi kehidupan.
Cobalah berhenti sejenak, kenanglah akan perjalanan hidup anda. Akan anda dapati, ada titik dimana kita harus menggunakan AKAL agar terhindar dari gelombang kehidupan ini, namun ada kalanya dimana PERASAAN lah yang harus kita pakai agar terhindar dari iri dan gunjingan saudara di bumi ini. Gempuran informasi dunia Barat lebih condong kepada kebutuhan AKAL, sedangkan informasi untuk kebutuhan PERASAAN lebih di dominasi oleh dunia Timur. Maka berkaca kepada nash di atas ... nash yang berkenaan kepada Kanjeng Nabi Musa as, dan dilandasi bahwa wayang adalah warisan bijak pandai dari masa ke WALI an di bumi Nuswantara ini, serta keinginan untuk tetap nguri-nguri ... untuk tetap melanggengkan budaya Jawa, maka kami buat salah satu sudut dari Web base Soerjo Alam ini yang mengetengahkan tentang Dunia Wayang.
Selanjutnya sudut web yang ini akan di asuh oleh Ki Dalang Gathot Wicaksono.
 
Picture Of : Ki Dalang Gathot Wicaksono ketika in action dengan lakon "Dewa Ruci"
* Punakawan :
puna = susah; kawan = kanca (teman,saudara,) : artinya teman/saudara ketika di kala susah. Atau bisa juga diterjemahkan : pana = padang = terang .. kawan = teman, saudara : artinya teman yang mengajak ke jalan yang terang. Bisa juga di terjemahkan : pana = fana = rusak atau hilang : artinya teman/saudara yang mengajak ke arah jalan ke fana an (fana fi llah). Semar : dari kata samara : fiil amar nya : sammir : bergegaslah nala khairan (gareng) : mendapat (memperoleh) kebaikan. Petruk : dari kata fat ruk : artinya : maka tinggalkanlah, Bagong : al ba gho ya : artinya : perkara ala ingkang lacut ... perkara ala ingkang kebacut :
jadi : Semar Gareng berarti : Sammir nala khairan (gareng) dan Petruk Bagong berarti : fat ruk albaghoya : maka tinggalkanlah perkara yang sangat hina.
 
* Lukisan Fragment Bhagavad Ghita & Lukisan Fragment Dewa Ruci di dinding sekolahan

2. Tarak Brata
Tarak Brata secara harafiah berarti menjalankan hidup dalam kesederhanaan sehingga ketersinambungan dengan Allah swt, Gusti Kang Murbeng Dumadi tetap terjaga. Dalam konsesusnya, jangan sampai ada dalam masa kehidupan diri kita ini, ada waktu dimana kita lalai. Semoga Allah selalu melindungi kita dari amal 2 yang kita kerjakan.
Berkaca dari nash : " wasthainu bi shabri wa sholat ....(QS) " ..... gunakanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu ..... Dengan melandaskan diri dari nash tersebut, tarak brata, laku hidup dalam kesederhanaan, menjadi makanan keseharian, menjadi budaya di bumi Nuswantara ini.
Semoga dengan mengetengahkan informasi ini di gemerlap dunia modern ini, kita bisa menarik sebuah benang merah pertanggung jawaban atas pilihan kehidupan yang kita jalani.

3. Piwulang dari orang tua
Piwulang atau pengajaran dari orang tua yang kami maksud disini adalah pengajaran peninggalan dari nenek moyang yang berupa lontar, serat, adab sopan santun ataupun peninggalan phisik seperti Candi, Lingga Yoni, ataupun sesuatu yang mungkin bisa menambah wawasan kebijaksanaan kita. Selamat menikmati, semoga Allah, Gusti Kang Akarya Jagad selalu membimbing kita ke jalan yang benar, dan semoga kita terlindungi dari amalan2 kita.

a. Serat Jatimurti 
Di sadur dari Serat Jatimurti, Penerbit : Yayasan UP DJOJOBOJO
JATIMURTI
KAHANAN JATI. Rehning ana kahanan jati, iya ana kahanan kang ora jati
Barang kang ana iku temene maune mula ana. Sing ora ana, maune ya ora ana. Umpamane : Bocah sing aran Dipa, apa wedhus kacang, jambu, kukus, geni, mega, kabeh mau anane mung sawatara wektu, banjur bali ora ana maneh. Kepriye anggone di arani ana, wong anane kaya pendhukul e ombak, mendhukul, nuli ilang, njur ana pendhukul liyane maneh, ning ya banjur ilang maneh, mangkono sakbanjure. Cetha ing kene, yen si "pendhukul" iku temene ora ana. Sing tetep jeneng ana iku : banyune, kang mendhak mendhukul, dudu si "pendhukul"e. Tingkahe banyu mengkono mau, katelah aran : ombak. Wose : ombak iku dudu sing ana, mung : Kedadeyan. Cetha yen kedadeyan iku dudu sing dadi.
Mangkono uga isen-isening ALAM sak kutu-kutu walang atanggane, kaya : gunung, bumi, srengenge, lintang, rembulan, manungsa kewan, tetuwuhan, rehne tinemune nalar mau ora ana, dadi kabeh mau satemen yo ora ana, mung : kedadeyan. Ora temen ana, utawa : kahanan gorohan.
ORA ANA APA-APA, MUNG ALLAH KANG ANA, YAIKU KANG ANA SAKBENER-BENERE. Kasebut : KAHANAN JATI, tegese : KANG TEMEN ANANE.
Tresna marang kahanan ndonya iku padhane nubruk ayang-ayangan, mangsa kenoa dicekel, jer anane ora temenan. Kapencut marang kahanan ndonya iku kayadene mbungahi urub-urubing kembang api, abang ijo kuning, tuwas di bungahi kepati-pati, jebul ilang tanpa lari.
Donya iku dalan, iya kudu diambahi apa mesthine, nanging dudu benere yen dirungkebana. Sing ngambah dalan kudu sumurup, yen kang ana ing sangarepe, sanajan diparanana, mung bakal diliwati bae.
......
b. Serat Centhini
Sebuah karya cerdik cendikia yang perlu dipertimbangkan untuk membacanya. Namun serat Centhini ini sudah ada di wikipedia maka silahkan ikuti link berikut :
07.52 | 1 komentar | Read More